Hyppe Siap Jadi Media Sosial Lokal yang Beri Rasa Aman untuk Pengguna

Menteri Komunikasi dan Informatika/Menkominfo Budi Arie Setiadi menerima kunjungan audiensi dengan aplikasi media sosial lokal Hyppe. Pertemuan tersebut membahas soal kiprah Hyppe sebagai platform media sosial lokal.

Beberapa topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah soal Hyppe sebagai platform media sosial lokal yang mendukung kiprah kreator lokal, penguatan eksistensi UMKM di indonesia, serta perlindungan pada anak-anak dalam mengonsumi konten di media sosial.

Menkominfo menuturkan, proses pemantauan dan penelusuran konten, baik di platform digital maupun media sosial perlu bekerja sama dengan pemangku kepentingan termasuk pihak platform itu sendiri.

“Kominfo terus konsisten melakukan penelusuran konten dalam website atau platform digital dengan menggunakan mesin AIS dua jam sekali. Tentu kami juga bersama-sama dengan TNI, Polri, maupun pihak terkait menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten tidak patut,” tutur Menkominfo.

Dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (15/9/2023), CEO Hyppe Magindran Marieppan menuturkan, perlindungan dan keamanan pengguna menjadi prioritas Hyppe dalam membangun ekosistem platform media sosial yang aman.

Ia mengatakan, Hyppe memiliki sejumlah fitur untuk mendukung hal tersebut, seperti fitur E-KYC, perlindungan konten, dan kepemilikan konten. Ketiganya diharapkan dapat membenahi permasalahan yang sering dihadapi pengguna internet dalam aktivitas media sosial di Indonesia.

Terlebih, menurutnya, perkembangan dunia digital yang cepat dan meningkatnya aktivitas digital masyarakat Indonesia saat ini, banyak konten dari kreator diambil akun lain untuk keuntungan pribadi di luar pemilik dan pencipta konten itu sendiri.

“Hal ini jadi perhatian Hyppe sehingga fitur perlindungan konten dan kepemilikan konten dibuat agar pembajakan/pencurian konten dapat dihindarkan dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Menkominfo Apresiasi Langkah Hyppe

Selain itu, berita bohong juga menjadi salah satu perhatian pemerintah belakangan ini. Sebab, sifatnya agak sulit dihentikan.

Oleh sebab itu, Hyppe mengantisipasi hal tersebut dalam aplikasinya dengan adanya E-KYC. Jadi, pengguna akan melakukan verifikasi dirinya, sehingga diharapkan dapat lebih bertanggung jawab dalam penyebaran informasi.

Hal tersebut menjadikan pengguna aplikasi Hyppe aman dari informasi bohong yang bersumber dari akun yang tidak jelas kebenarannya. Dengan demikian, bisa tercipta lingkungan media sosial yang aman dan autentik.

Menkominfo pun mendukung Hyppe sebagai media sosial lokal yang aman. Dengan mengutamakan keamanan aktivitas digital berdasarkan UU ITE, menurut Budi Arie, sejalan dengan misi Kominfo mendukung pertumbuhan ekosistem digital yang kuat, inklusif, dan aman.

Untuk itu, ia berharap masyarakat Indonesia yang aktif bermedia sosial dapat menggunakan Hyppe sebagai salah satu platform media sosial sebagai wujud kecintaan pada produk karya anak bangsa.

Ditambah, Hyppe juga menyuguhkan konten karya lokal dan memberikan rasa aman, yang mana diharapkan Kominfo ada dalam sebuah platform media sosial.

Kominfo pun percaya Hyppe dapat membantu menyediakan platform media sosial untuk Indonesia yang lebih aman sekaligus memajukan dunia digital.

Aplikasi Media Sosial Dalam Negeri Hyppe Jamin Perlindungan Konten Para Penggunanya

Sebelumnya, Hyppe sebagai aplikasi media sosial besutan dalam negeri mengungkapkan kalau para penggunanya tidak perlu khawatir dan takut kontennya akan dicuri atau diakui orang lain. Sebab, pengunggah konten di aplikasi media sosial ini mendapatkan perlindungan dan kepemilikan konten.

“Karena pada aplikasi Hyppe, kami memberikan solusi seperti fitur fingerprint combat yang dapat memverifikasi identitas pengguna dan keaslian konten,” tutur CEO Hyppe Magindran Marieppan dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (4/8/2023).

Selain itu, pengguna juga bisa mendapatkan sertifikat konten yang menjamin konten telah lulus dan dapat dibeli di aplikasi Hyppe. Dukungan ini hadir karena fokus utama perusahaan adalah keselamatan, kepercayaan, kepemilikan, transparansi, monetisasi, dan konten lokal.

Dengan melindungi semua konten yang terunggah di platformnya, konten akan masuk ke dalam sistem anti pembajakan yang ada.

Aplikasi Hyppe juga dapat mencegah pengguna lain melakukan tindakan mengambil gambar atau bahkan merekam video. Tidak hanya itu, perangkat pengguna dan aplikasi pihak ketiga juga akan dlindungi dari pembajakan.

“Mau bagaimanapun, kini di media sosial rasa-rasanya agak sulit untuk menjamin bahwa suatu konten itu awal mulanya oleh siapa yang upload. Maka dari itu, salah satu mengapa aplikasi ini hadir, ya karena memiliki cara bagaimana dapat melindungi konten merekam,” tutur Chief Strategy Officer Hyppe Rahayu Saraswati.

Hyppe juga merasa pengguna internet Indonesia memerlukan platform media sosial berbasis lokal untuk memenuhi kebutuhan mereka terkait perlindungan dan privasi.

Alasannya, platform media sosial yang ada saat ini belum memiliki hal tersebut, sehingga menyebabkan kurangnya kepercayaan pada keaslian dan kebenaran konten.

Rahayu menuturkan, Hyppe sekarang telah dapat dinikmati oleh anak-anak muda Indonesia yang aktif dalam menggunakan aplikasi media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *