Kerjasama UPN Jawa Timur dan Saya Tour untuk Pengembangan Aplikasi Digital

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) baru saja mendirikan program studi Pariwisata untuk Strata 1 atau Sarjana. Hal ini menjadi bukti bahwa selain hilirisasi yang seringkali dibaktikan oleh UPNVJT kepada masyarakat, UPNVJT juga ingin berkontribusi membangkitkan kembali industri pariwisata yang terpukul pandemi.

Dengan program Bakti Inovasi pada Masyarakat (BIMA) sebagai program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh akademisi dan mahasiswa bersumber dana hibah internal perguruan tinggi, UPNVJT dan agen pariwisata Saya Tour telah menyepakati kerjasama untuk mengembangkan aplikasi digital pariwisata yang dapat membantu meningkatkan kembali gairah pariwisata khususnya di Kota Blitar, Jawa Timur.

Kerja sama antara UPNVJT dengan Saya Tour sudah terjalin selama dua tahun, dimulai dari kajian penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kota Blitar 2021 lalu. Saya Tour dipilih menjadi mitra karena pertimbangan pengalaman usaha Saya Tour yang telah berhasil melayani pariwisata lokal sampai internasional, seperti Belanda dan Belgia.

Ketua program, Sugiarto, mengutarakan bahwa “Sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab para akademisi untuk membantu masyarakat. Kali ini UPNVJT membuktikan komitmen tersebut melalui kerjasama dengan Saya Tour. Saya Tour sudah terbukti kinerja dan prestasinya, saya salut dan oleh karena itu saya dan tim ingin membantu Saya Tour berkembang melalui digitalisasi pariwisata. Kami yakin dengan adanya aplikasi ini, Saya Tour akan semakin dikenal dan tetap relevan”.

Sebagai salah satu tim ahli program, Bu Evi Triandini dari STIKOM Bali menjelaskan juga bahwa “Aplikasi ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan pariwisata yang mengalami bounce back dengan permintaan jasa yang semakin privat dan terhubung melalui internet. Walaupun klien Saya Tour ada di luar negeri, asalkan dia mengakses aplikasi yang kami buat, maka klien tersebut tidak akan mengalami kesulitan untuk memesan jasa Saya Tour. Kami rasa aplikasi ini merupakan inovasi yang akan membuka literasi digital juga di Kota Blitar” jelas Bu Evi Triandini, baik UPNVJT maupun STIKOM Bali berharap kerjasama ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Koordinator kegiatan lapangan, Aji, menjelaskan bahwa “Program BIMA ini sudah tepat diaplikasikan di Kota Blitar. Blitar ini memiliki potensi pariwisata yang besar sebenarnya. Hanya saja mungkin sekarang ada perubahan pasar dan bagaimana orang melakukan kegiatan ekonomi. Menarik sekali bahwa sekarang ini masyarakat Blitar dapat berwisata melalui aplikasi digital. Semoga tidak bosan datang ke Blitar”.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini tidak hanya melibatkan para dosen dan rekan dari Saya Tour. Ada pula peran mahasiswa yang dilibatkan juga dan dimasukkan ke dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sehingga mahasiswa tidak hanya belajar di kelas saja, akan tetapi juga di tengah-tengah masyarakat. Irma, salah satu mahasiswa UPNVJT yang dilibatkan dalam program ini mengatakan, “Saya belajar banyak hal dari program BIMA ini. Saya belajar bahwa akses teknologi di masyarakat memang sudah meluas, namun tidak halnya dengan literasi digital mereka. Saya baru sadar bahwa di Blitar masih belum banyak yang menggunakan jasa aplikasi digital untuk pariwisata, padahal di kota besar seperti Surabaya sudah banyak dilakukan.” Hal ini semakin meneguhkan perlu adanya pembelajaran di luar kelas yang memberikan pengalaman nyata dalam pembelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published.