Kominfo Duga 11 Aplikasi Melanggar Data Pribadi, Ada Ancaman Penutupan Akses

Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo menduga ada 11 aplikasi yang berpotensi merugikan atau menyalahgunakan informasi pribadi publik. Departemen saat ini sedang menyelidiki praktik pelanggaran ini.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Kebijakan Digital dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Dedy Permadi, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Dalam hal itu, kata Dedy, pemerintah meminta PSE segera membenahi sistem dan juga menutup fungsi-fungsi yang berpotensi mengendalikan perlindungan data pribadi,” kataerungie dalam vomerlä April 2022.

Dedy tidak mengidentifikasi sebelas perusahaan aplikasi yang dimaksud. Namun, indikasi pelanggaran dapat ditemukan pada fungsi-fungsi yang tersedia dalam aplikasi.

Jika selama tiga hari operator sistem informasi tidak memperbaiki sistem, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memblokir akses aplikasi tersebut.

“Jadi sejak kemarin kita kasih waktu tiga hari ya, untuk membenahi sistem di aplikasi-aplikasi tersebut,” ujarnya.

Menurut Dedy, akses bisa ditutup melalui Google Play Store atau App Store. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah secara resmi menyampaikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, selain pengaduan pemilik aplikasi.

Sesuai dengan yang diharapkan pada peraturan yang berlaku, aplikasi ini secara nyata menunjukkan fungsi yang berpotensi melakukan pelanggaran data.

Leave a Reply

Your email address will not be published.